fbpx

Anda tidak perlu kamera canggih atau pasukan khusus di belakang kamera. Smartphone pun sudah cukup untuk mulai bekerja pada strategi video marketing Anda. Ikuti Strategi video marketing dalam 5 langkah mudah dan mulailah mengerjakannya.

Berkembangnya konten video kini memang merubah cara pemasaran, terutama untuk meningkatkan identitas brand. Dengan menyadari semakin pentingnya memasukkan strategi video marketing, pemasaran bisnis Anda pun akan mengalami perubahan, dan bukan tidak mungkin akan memiliki target market yang lebih luas.

Bukan hanya brand besar yang secara besar-besaran meningkatkan anggaran mereka untuk menggunakan konten video, bahkan startup dan UMKM juga mulai melakukan hal yang sama. Kadang, brand tidak segan merogoh kocek dalam untuk meastikan strategi video marketing nya berjalan luar biasa. Namun, Anda yang memiliki bujet terbatas juga dapat memaksimalkannya. Smartphone dengan kualitas video yang baik dapat menjadi senjata Anda. Hanya saja Anda harus pastikan konten yang disajikan benar-benar menarik dan memiliki nilai lebih bagi target market Anda.

Perusahaan digital advertising asal Amerika Serikat WordStream menyarankan bahwa 87% online marketer untuk menggunakan Konten Video sebagai taktik promosi. Jika hampir semua orang di luar sana melakukan hal yang sama, maka Anda harus membuat pembeda yang dapat menonjolkan produk atau layanan yang Anda jual. Katarsa.id punya 5 langkah mudah dan jitu untuk Anda memaksimalkan strategi video marketing.

Langkah 1: Targetkan Audiens yang Tepat

Strategi video marketing harus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan minat audiens Anda. Cobalah untuk menentukan target audiens Anda dengan klasifikasi seperti kelompok umur tertentu atau untuk gender tertentu. Anda perlu merekam video Anda sedemikian rupa sehingga target audiens Anda tercapai secara akurat. Dengan target audiens yang benar, konversi dari konsumen potensial akan berjalan mengikutinya.

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah menentukan platform mana yang paling ideal untuk mempublikasikan video Anda agar dapat menjangkau audiens yang tepat. Analisa juga kemampuan produk atau layanan Anda dapat lebih kuat dipasarkan di platform media sosial apa. Jika Anda cukup percaya diri dengan konten Anda, jangan ragu untuk mempublikasikannya di semua platform media sosial.

Langkah 2: Tentukan Tujuan

Durasi sebuah video tidak menentukan baik buruknya dampak yang dihasilkan. Video dengan durasi pendek pun jika berisi konten yang kuat akan memiliki impact yang lebih baik. Yang lebih esensial justru ada dalam tahap menentukan tujuan atau objective yang ingin Anda raih.

Apakah Anda ingin meningkatkan brand awareness, ataukah Anda memiliki alasan lain di balik hadirnya produk Anda? Catat tujuan Anda, dan mulailah membuat konsep atau rencana dari tujuan tersebut.

Contohnya, jika tujuan Anda adalah untuk meningkatkan online engagement, cara terbaik untuk mencapainya adalah menciptakan video yang menarik secara emosional ataupun dalam bentuk video promosi pendek.

Jika Anda ingin mengingkatkan website traffic, maka pilihan yang tepat adalah video tentang produk atau video testimonial.

Foto: Unsplash/Kushagra Kevat

Selain menentukan tujuan, Anda juga perlu menentukan target atau setidaknya hasil apa yang Anda harapkan dari produksi video Anda. Setelah Anda menetapkan tujuan dan target, Anda dapat meracik strategi yang clear untuk rencana marketing Anda. Dengan strategi ini, Anda dapat menciptakan konten yang paling efektif untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan dari video bisnis Anda.

Langkah 3: Buat Konten Anda!

Konten merupakan pondasi dari video Anda. Anda harus memastikan video yang Anda produksi telah memenuhi tujuan yang Anda tetapkan sebelumnya. Buat lah video yang singkat namun padat dan telah mencakup informasi yang dibutuhkan.

Formulasikan konten Anda sebelum mulai proses shooting video. Setelah itu, teruslah gali kreativitas Anda untuk mencapai target.

Foto: Unsplash/Chris Yang

Ada banyak macam konten video untuk banyak penggunaan. Jika tujuan Anda untuk berinteraksi lebih banyak dengan audiens, tren terbaru adalah Vlogs atau video blogs. Masih banyak lagi jenis video yang dapat Anda eksplor. Video Anda dapat mencakup jenis Animated Explainer atau interview / testimonial ahli. Semua tergantung dari tujuan video Anda.

Langkah 4: Alokasikan Produksi dan Publikasikan

Setelah Anda merampungkan strategi konten dan menetapkan platform untuk mempublikasikannya, kini saatnya Anda mengalokasikan tugas untuk memproduksi video.

Tugas-tugas tersebut mulai dari penulisan script atau naskah, memasang lighting atau green screen, hingga merekam dan mengedit video. Pilihlah orang-orang yang dapat membantu Anda untuk meringkas pekerjaan.

Setelah proses shooting selesai, edit lah video Anda. Namun, jangan cepat-cepat mempublikasikannya. Pertama, cari feedback dari orang-orang terdekat. Lalu, tonton kembali video Anda beberapa kali untuk melihat apakah hasilnya sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Jika masih ada revisi, lanjutkan proses hingga Anda puas dan siap mengunggah nya ke platform media sosial.

Foto: Unsplash/Andy Lee

Hasil yang ingin Anda capai pastinya untuk menjangkau target audiens semaksimal mungkin. Untuk itu, video Anda perlu amplifikasi sebanyak mungkin di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain sebagainya. Pastikan juga Anda mengunggahnya di YouTube, karena platform yang satu ini adalah mesin pencari terbesar kedua saat ini setelah Google.

Langkah 5: Monitor hasilnya

Langkah strategi video marketing Anda hampir selesai. Untuk menjustifikasi investasi yang Anda keluarkan untuk memproduksi video marketing, Anda perlu menganalisa hasilnya.

Tips bagi Anda, unggahlah video Anda di awal minggu baru. Saat masuk ke minggu selanjutnya, Anda akan dapat menilai performa video Anda secara optimal.

Untuk menganalisa, tetaplah setia pada objective utama Anda saat memproduksi video. Jadi, Anda akan fokus pada analisa yang sesuai. Pastikan Anda memanfaatkan metrik yang ada seperti view count, conversion rate, play rate, click-through rate, dan bounce rate.

Untuk Anda

Masih bingung memanfaatkan strategi video marketing untuk meningkatkan pemasaran bisnis Anda ke jenjang yang lebih tinggi? Ketahui lebih jauh layanan Videography Service dari Katarsa.id.

Artikel ini bagian dari serial #mantapberstartup untuk serial Katarsa for Startup.