fbpx

Istilah content marketing, konten marketing atau pemasaran konten barangkali sudah tidak asing lagi di telingamu. Jenis pemasaran ini mungkin merupakan model marketing yang paling banyak dipraktikkan di era digital saat ini.

Sebenarnya apa sih content marketing itu? Mengapa jenis pemasaran ini lebih optimal dan efektif dibandingkan pemasaran tradisional? Apa saja jenisnya dan bagaimana cara kerjanya?

Kali ini, Katarsa akan membahas dasar-dasar content marketing secara tuntas.

Pengertian Content Marketing

Dilansir dari HubSpot, content marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus untuk merencanakan, membuat, mendistribusikan, membagikan dan mempublikasikan konten untuk menjangkau target audiens kita. Secara sederhana, content marketing berarti menciptakan konten yang bernilai, relevan, dan konsisten untuk tujuan pemasaran.

Bagi bisnis, taktik content marketing memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Menarik audiens untuk mengenal brand (membantu meningkatkan brand awareness)
  2. Terhubung dengan target audiens dan dapat berinteraksi dengan mereka
  3. Mendorong audiens untuk melakukan pembelian atau transaksi

Kalau masih bingung, coba deh buka media sosial dan ketik nama brand makanan atau minuman kesukaanmu. Kamu akan menemukan berbagai postingan yang menarik dalam format, grafis, foto atau video. Itulah salah satu contoh content marketing.

Mengapa Lebih Optimal dan Efektif?

Jika dibandingkan dengan model pemasaran tradisional, content marketing tentu menjadi metode pemasaran yang lebih optimal.

Traditional marketing merupakan bentuk pemasaran yang memiliki sifat ‘mengganggu’ konsumen saat mereka sedang beraktivitas.

Jenis marketing ini memperkenankan marketer menjangkau konsumen di manapun dan kapanpun. Formatnya beragam, termasuk iklan di media cetak, billboard, iklan radio hingga iklan TV.

Dengan cara tradisional ini marketer mendorong pesan pemasaran mereka agar muncul di hadapan orang banyak, terlepas dari tertarik atau tidaknya mereka dengan pesan tersebut.

Sedangkan, content marketing bekerja dengan cara berbeda. Content marketing bersifat lebih permisif, sehingga seringkali justru kendalinya dipegang sendiri oleh konsumen. Mereka bisa mengakses informasi di manapun dan kapanpun.

Beberapa jenis content marketing dalam bentuk digital seperti pop-up ads, pre-roll videos atau social media ads juga bersifat ‘mengganggu’. Hanya saja dalam digital marketing audiens dapat dibuat tertarget, sehingga diharapkan dapat diterima oleh audiens yang tepat yang berpotensi menjadi konsumen.

Selain itu, karena seringkali pesan dalam content marketing dicari sendiri oleh calon konsumen, kita bisa mendapatkan earned audience yang merupakan cara yang lebih baik untuk membangun kepercayaan konsumen.

Konsekuensinya, usaha pemasaran kita tidak bisa hanya menawarkan produk / layanan kepada audiens seperti pemasaran tradisional.

Konten yang disajikan harus berkualitas, relevan, konsisten, dan bermanfaat bagi audiens dalam kesehariannya. Bisa juga selipkan unsur hiburan di dalam konten yang diproduksi jika memang sesuai dengan target audiens.

Jenis Content Marketing

Di era digital ini, content marketing berada di bawah payung digital marketing. Jenis content marketing sangat beragam daripada traditional marketing, sehingga marketer bisa mengalami kesulitan untuk menentukan tipe content marketing yang sesuai untuk bisnisnya.

Berikut ini kita akan membahas mengenai beberapa tipe konten yang bisa kamu terapkan sebagai pemula.

1. Blog

Blog atau singkatan dari “Weblog” adalah website atau jurnal online yang memuat beragam informasi serta menampilkan postingan yang diperbarui secara berkala. Blog umumnya berisikan pikiran dan opini yang dituliskan dan berfokus tema tertentu.

Tipe content marketing dengan blog ini cocok untuk meningkatkan pencarian akan brand / bisnismu dalam mesin pencari atau dikenal juga dengan nama SEO (Search Engine Optimisation).

Selain itu, konten blog yang menarik juga akan membantumu dalam:

  • Mendorong trafik organik yang lebih besar ke situs bisnismu
  • Membangun hubungan dengan calon konsumen dan pelanggan kamu saat ini.

Intinya adalah semakin bermanfaat konten yang kamu sajikan, target audiens juga akan semakin mempertimbangkan brand kamu ketika mereka membutuhkannya.

2. Video

Kalau kamu ingin tetap kompetitif dalam industri digital yang selalu padat, kamu harus tahu cara yang tepat untuk menarik perhatian audiens dan engage dengan mereka.

Faktanya, saat ini pengguna internet cenderung menonton lebih banyak video, loh!

Hal ini bisa kita buktikan dari popularitas TikTok yang meningkat tajam dengan konten video yang interaktif dan menghibur. Dari fakta ini, kita bisa melihat bahwa video merupakan salah satu jenis content marketing yang patut dicoba untuk menjangkau dan menarik target audiens.

Seperti apa konten video yang harus kita gunakan?

Catat informasi berikut ya!

Jika objektif bisnismu adalah brand awareness, buatlah video singkat yang padat informasi. Namun, jika objektifmu adalah tahap pengambilan keputusan, kamu bisa memproduksi video demo produk atau tutorial.

Gaya video juga bisa menyesuaikan dengan bisnis / brand, Misal selipkan unsur komedi atau justru kamu ingin berbicara lebih serius dengan target audiens-mu. Semua sah dilakukan!

3. Infografis

Konten infografis bertujuan untuk mengedukasi audiens dan memberikan informasi bermanfaat dan bernilai. Tipe konten visual ini akan membantu audiens dalam memvisualisasikan data dengan lebih baik. Misal angka statistik, data riset, dan lain sebagainya.

Jika kamu ingin menggunakan konten infografis, pertimbangkan topik yang paling sesuai untuk format ini, ya! Misalnya untuk menjelaskan sesuatu yang rumit, menyajikan statistik produk dan jasa, hingga diagram atau sketsa produk.

Walau dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu untuk riset lebih dalam, jenis konten infografik ini cenderung lebih banyak dibagikan oleh audiens, loh (shareable content).

4. E-book

Electronic book atau e-book merupakan buku atau booklet yang dipublikasikan secara digital. E-book umumnya memiliki konten yang panjang di mana bisnis dapat memberikan manfaat dan nilai bagi audiens.

E-book di sini bukanlah iklan yang berisi 5 – 10 halaman ya, melainkan informasi dan wawasan yang dapat menjawab kebutuhan dan tantangan dari audiens. Intinya, dalam e-book ini kita tidak bertujuan menjual sesuatu.

Pikirkan tentang bagaimana membangun hubungan dengan audiens, sehingga mereka mempercayai brand dan akhirnya membentuk opini mereka akan brand kita sebagai “thought leader“.

Melalui tipe content marketing e-book ini, kita bisa mendapatkan database terkait audiens yang prospektif. Pasalnya, audiens akan diminta untuk memberikan beberapa informasi tentang diri mereka, seperti nama dan e-mail sebelum mereka dapat mengunduh e-book.

5. Social Media Content

Sudah jadi rahasia umum bahwa media sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram dapat membantu bisnis dalam menjangkau audiens baru. Media sosial juga bisa membangun dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

Jenis konten media sosial ini dapat digunakan untuk membantu calon pelanggan menemukan brand, menginfokan tentang penjualan dan promo, hingga memberi informasi tambahan tentang produk, ataupun informasi bernilai lainnya.

Tujuan social media marketing yang utama umumnya adalah untuk meningkatkan brand awareness. Kita bisa menggunakan beragam platform media sosial sekaligus, sehingga dapat meningkatkan brand visibility kita di ranah digital.

Selain itu, media sosial juga dengan leluasa memberikan akses bagi kita untuk terhubung dengan konsumen, sehingga memberikan peluang bagi konversi yang lebih besar.

Masih banyak jenis content marketing lainnya yang bisa kita eksplor untuk kembangkan bisnis. Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan kami melalui Whatsapp di sini dan lihat layanan kami di sini.