fbpx

Anggaran terbatas kerap jadi permasalahan sebagian besar Usaha Kecil Menengah (UKM) saat ingin melakukan kegiatan pemasaran, lalu bagaimana penerapan digital marketing yang efektif jika anggaran terbatas?

Dalam artikel sebelumnya, kita sudah mempelajari bersama bahwa digital marketing adalah tindakan mempromosikan atau menjual produk atau layanan dengan memanfaatkan taktik pemasaran online. Persaingan bisnis yang kian ketat saat ini membuat berbagai industri bisnis seakan berlomba menerapkan strategi pemasaran digital yang paling efektif bagi bisnis atau layanan yang dijual.

Tidak hanya efektif bagi brandbrand ternama, strategi digital marketing juga ideal diterapkan untuk UKM. Apalagi mengingat lebih dari separuh penduduk Indonesia merupakan pengguna internet, sehingga menjadikah dunia digital menjadi wajib dikuasai kalangan bisnis.

Namun, masih banyak yang beranggapan bahwa strategi digital marketing dengan bujet terbatas sulit diterapkan.

Mengapa penting bagi UKM menerapkan strategi digital marketing walau dengan bujet terbatas dan bagaimana caranya?

Berbicara mengenai kompetisi bisnis, ini tidak hanya terjadi antar brand atau perusahaan besar. Kompetisi antar UKM juga sangat ketat!

Para pelaku UKM tentunya juga ingin produknya menonjol dari produk kompetitor, dan digital marketing dapat mewujudkannya.

Kenyataannya, saat ini orang banyak menghabiskan waktu online dengan gadget-nya. Bahkan, seringkali keputusan pembelian berangkat dari pencarian secara online.

Itulah mengapa kehadiran UKM pada mesin pencari seperti Google sangatlah penting. Apalagi jika didukung dengan kehadiran digital lainnya seperti pada media sosial atau e-commerce atau marketplace.

Banyak yang menganggap digital marketing adalah metode atau proses yang mahal. Padahal kenyataannya, dengan melakukan pemasaran digital secara yang dasar saja, pelaku UKM bisa menghemat biaya pemasaran dan menjangkau konsumen potensial yang juga cukup banyak.

Lantas, bagaimana cara menerapkan strategi digital marketing dengan bujet terbatas yang bisa paling efektif dipraktikkan saat ini? Berikut ini Katarsa akan membahas mengenai strategi digital marketing dengan bujet terbatas yang lebih mendalam dan mudah dipraktikkan oleh rekan-rekan pelaku UKM dengan bujet terbatas.

1. Search Engine Optimisation (SEO)

SEO adalah salah satu proses atau praktik paling kuat untuk meningkatkan visibilitas produk atau layananmu secara organik alias gratis.

Kuncinya adalah mengelola konten-konten yang kamu miliki di website dengan baik. Jika tidak memiliki situs web, kamu bisa membuat landing page sederhana secara gratis, misalnya melalui portal seperti Wix.com atau WordPress.com.

Bagaimana UKM mempraktikkannya?

Walau tidak berbayar jika ingin dilakukan sendiri, praktik SEO tetap memerlukan investasi waktu dan pikiran. Sebagai permulaan, kamu bisa menuliskan identitas produk atau layananmu, dan tentukan beberapa keyword atau kata kunci yang berhubungan dan sekiranya berpotensi dicari oleh konsumenmu.

Kata kunci inilah yang perlu disebar di halaman-halaman situs web atau landing page kamu. Kemudian, tentukanlah kata kunci utama.

Kamu bisa buat kata kunci utama terdiri dari setidaknya 2 kata dan cukup spesifik. Misalnya, jika produkmu adalah boneka, jangan gunakan kata kunci ‘boneka’ saja, tapi kembangkanlah kata kunci yang lebih spesifik, seperti ‘boneka lokal’ atau ‘boneka kain’, dan lain sebagainya.

SEO Keyword Planner

Sumber foto: Freepik.com

Kamu juga bisa melakukan observasi pada situs web kompetitormu untuk riset kata kunci mana yang cocok untuk bisnismu. Kamu juga bisa gunakan tools seperti Ubersuggest, Keyword Planner Tool, Moz’s Keyword Explorer, dan lainnya, untuk mengidentifikasi kata kunci relevan yang dapat menarik traffic tinggi ke situs web-mu dengan persaingan rendah.

Walaupun terlihat kompleks, jika kamu terus berlatih dan coba menulis secara konsisten, hasilnya nanti akan berdampak optimal bagi pertumbuhan bisnismu. Simak artikel mengenai teknik dasar SEO di sini!

2. Content Marketing

Jika produk atau layananmu sudah memiliki profil di situs web atau landing page, jangan berhenti sampai di situ! Gunakanlah kekuatan content marketing, misalnya melalui blog untuk mengoptimalkan strategi SEO-mu.

Menurut data WordPress, setiap bulan setidaknya ada 409 juta pengguna internet membaca 23,7 miliar blog post melalui portalnya.

Bagaimana UKM mempraktikkannya?

Tulislah artikel atau posting-an menarik melalui fitur blog. Artikel yang kamu produksi haruslah relevan, berguna, dan menarik pada target audiens kamu, agar identitas brand-mu semakin terbangun dengan baik.

Perlu diingat, artikelmu tidak harus melulu berisi tulisan panjang. Kamu bisa menyelipkan ulasan berita, video, foto-foto atau apapun yang dapat ‘berbicara’ dengan audiens dan tidak harus selalu berisikan apa yang kamu jual.

Dengan konsisten mengisi halaman blog, kredibilitas brand atau bisnismu juga akan meningkat, karena kamu banyak membagikan insight atau opini yang relevan dan bermanfaat.

Blog Content Marketing

Sumber foto: Unsplash.com

Misal, jika bisnismu adalah tour & travel, kamu bisa menulis tempat-tempat wisata hits di kota tertentu, dan selipkan keterangan tentang layanan tour & travel-mu sedikit di akhir artikel. Selain topik yang televan dan menarik, konsistensi juga menjadi kunci.

Buatlah setidaknya 2-3 artikel blog setiap minggunya. Kemudian gunakan media sosial untuk mempromosikan atau mendistribusikan artikel tersebut.

3. Social Media Marketing

Jika sebelumnya kamu hanya mengenal media sosial sebagai alat untuk promosi produk atau artikel-artikelmu, berarti masih banyak yang harus kamu eksplorasi dari keberadaan media sosial. Lebih dari sekadar berjualan, kamu bisa menggunakan media sosial sebagai alat untuk mebangun kedekatan dengan audiens yang dapat menjadi calon konsumen atau konsumen setia.

Social media marketing harus berfokus pada personifikasi produk atau layananmu. Jangan jadikan ia hanya sebagai etalase, tapi akun media sosial kamu juga harus menjadi tempat menjawab pertanyaan konsumen, berinteraksi dengan audiens ataupun subjek lain yang berkaitan dengan bisnismu.

Bagaimana UKM mempraktikkannya?

Jaringan seperti media sosial mengharuskan kita berinteraksi secara konstan dan mengikuti perkembangan tren. Jika kamu memiliki bujet lebih, kamu bisa merekrut admin khusus untuk menangani media sosialmu.

Namun jika anggaranmu terbatas, kamu bisa membuat jadwal secara berkala untuk meng-update konten, atau sekadar melakukan interaksi dengan audiens.

Buatlah content plan yang rinci, misal di hari apa saja kamu bisa membuat konten dan kapan harus posting. Buat juga jadwal harian di waktu kapan saja kamu bisa membuka media sosial dan menjawab pertanyaan atau berinteraksi dengan audiens.

Kamu bisa membuat format content calendar yang juga bisa sekaligus menjadi acuan untuk mengembangkan konten-konten di blog.

Content Calendar Reference from HubSpot

Referensi Content Calendar dari HubSpot. Sumber foto: Hubspot

4. Pencarian Lokal

Jika bisnismu memiliki bentuk fisik seperti kantor, toko atau kedai, pencarian lokal dengan Google My Business atau Google Bisnisku bisa menjadi salah satu cara yang baik untuk pengembangan strategi digital marketing dengan bujet terbatas.

Kamu bisa menggunakan tool ini sebagai cara pemasaran berdasarkan lokasi.

Bagaimana UKM mempraktikkannya?

Menambahkan informasi tentang perusahaan, toko atau kedaimu di Google My Business caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu mendaftar dan mengisi detail seperti nama bisnis, loksi, situs web, nomor telepon, profil produk atau bisnis, mengunggah foto-foto yang diperlukan, dan selesai!

Bahkan dengan membuat akun Google My Business, lokasimu akan ditambahkan secara otomatis di Google Maps. Namun jangan berhenti di situ saja.

Ajaklah pengguna atau konsumenmu memberikan peringkat, opini, dan bahkan foto-foto dari mereka. Profil bisnismu akan semakin kredibel dan dipercaya.

Google My Business

Contoh tampilan Google My Business

Untuk mengajak konsumen memberikan peringkat dan lain sebagainya, kamu bisa menggunakan media sosial. Misal, kamu bisa tawarkan diskon kepada konsumen yang memberikan peringkat terhadap perusahaan, toko atau kedaimu agar konsumen semakin tergugah.

Dengan memperkuat profil usahamu di Google My Business, produk atau layananmu akan semakin terlihat di ranah digital, serta dapat mendominasi pencarian lokal.

5. Aktif Lewat Komunitas Online

Ada banyak sekali komunitas atau forum yang dibangun secara online, dan media ini bisa menjadi cukup kuat dan efektif untuk mengembangkan bisnismu.

Misalnya, kamu bisa ikut bergabung dengan komunitas parenting di Orami, jika bisnismu berkaitan dengan produk-produk ibu dan anak. Atau forum beauty di FemaleDaily, jika kamu menjual produk-produk kecantikan. Selain itu, banyak juga forum atau komunitas yang bisa kamu temukan di Facebook.

Bagaimana UKM mempraktikkannya?

Tentu saja tujuan utama mengikuti forum atau komunitas ini tidak hanya berjualan, tapi yang lebih penting lagi adalah mendapatkan insight apa saja yang sedang tren, atau sebagai product expert kamu bisa ikut menjawab dan berdiskusi jika ada pertanyaan anggota forum.

Kamu juga bisa memperbesar jangkauan audiens karena secara konsisten berinteraksi dengan orang-orang dengan minat yang sama dengan produk atau layananmu. Selain itu, biasanya kamu tidak dipungut biaya untuk menjadi anggota komunitas atau forum online ini.

Forum Online

Perluas jaringan dengan ikut forum atau komunitas online (Sumber foto: Freepik.com)

Nah, sekarang kamu sudah mendapatkan insight mengenai strategi digital marketing dengan bujet terbatas yang bisa diterapkan untuk UKM. Kamu bisa mulai merencanakan satu per satu, apa saja yang bisa kamu terapkan dalam waktu dekat.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan Katarsa melalui Whatsapp di sini dan lihat layanan kami di sini.