fbpx

Apakah kamu merasa strategi kontenmu belum optimal? Atau mengalami kesulitan untuk bersaing dengan konten kompetitor? Jika iya, coba tanyakan kembali; sudahkah kamu melakukan riset pasar sebelum merancang strategi kontenmu?

Dalam industri bisnis, market research alias riset pasar adalah hal esensial yang perlu dilakukan sebelum merancang strategi pemasaran, termasuk content marketing. Riset yang baik dan mendalam akan menjadi landasan yang kuat bagi strategi content marketing untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Apa itu riset pasar?

Riset pasar adalah proses mengumpulkan informasi tentang persona audiens atau pembaca agar strategi konten yang dihasilkan dapat relevan dengan mereka.

Melalui riset pasar, kamu dapat mengetahui dan memahami target audiens dengan lebih dalam, sehingga dapat menyusun strategi konten yang optimal dan efektif karena telah disesuaikan dengan audiens yang kamu tuju.

Manfaat melakukan riset pasar

Secara khusus, terdapat tiga manfaat dari riset pasar untuk content marketing, yaitu mengukur reputasi brand, mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitior, dan mengenal target audiens dengan lebih baik.

1. Mengukur reputasi brand

Ketahui bagaimana pendapat audiens tentang eksistensi dan visibilitas brand-mu dalam platform digital. Lakukan evaluasi dan perbaiki citra bisnis melalui strategi konten (jika dibutuhkan).

2. Mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor

Temukan kekurangan dan kelebihan kompetitor di mata konsumen. Lalu, susun strategi untuk dapat bersaing dengan mereka.

3. Mengenal target audiens dengan lebih baik

Pelanggan dan target audiens adalah pusat dari seluruh strategi konten yang dilakukan. Dengan mengetahui perilaku target audiens, bisnis dapat menyusun strategi content marketing yang disukai dan dibutuhkan oleh mereka.

Tahapan dalam riset pasar

Lalu, bagaimana kita dapat melakukan riset pasar untuk content marketing? Secara garis besar, terdapat empat tahapan dalam riset pasar, yaitu tentukan masalah atau peluang, kembangkan rencana, kumpulkan data, dan analisis.

1. Tentukan masalah atau peluang

Bagian terpenting dari riset adalah mendefiniskan masalah atau peluang. Dengan begitu, kamu akan menentukan informasi apa yang kamu butuhkan dan bagaimana kamu bisa menggali informasi tersebut.

Jadi, kembangkanlah pertanyaan yang dapat menjelaskan masalah atau peluang bisnismu. Kamu bisa mengembangkan dan melengkapi analisismu menggunakan metode sederhana, misalnya dengan tabel analisis S.W.O.T. (Strength, Weakness, Opportunity & Threat).

2. Definisikan persona audiens

Salah satu poin penting yang perlu kamu kerjakan di tahap awal adalah membuat persona audiens atau pembaca. Persona audiens ini adalah karakter fiksi yang kamu ciptakan berdasarkan data psikografis dan demografis dari orang-orang yang menjadi target dari produk atau layananmu.

Terdapat tiga pertanyaan kunci yang dapat kamu ajukan untuk mengembangkan persona audiens, yaitu :
– Siapa mereka?
– Apa tujuan utama mereka?
– Apa hambatan utama mereka untuk mencapai tujuan tersebut?

3. Kembangkan perencanaan riset pasar

Kamu dapat menyusun rencana riset berdasarkan beberapa teknik, seperti wawancara, survei, dan observasi daring.

Wawancara

Wawancara adalah teknik menggali informasi secara langsung dengan target audiens. Metode ini dapat dilakukan secara kelompok (focus group discussion) dan wawancara empat mata. Metode ini memungkinkanmu untuk menggali informasi lebih dalam dari sumbernya.

Dalam wawancara, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Bertindak seperti jurnalis, bukan sales. Alih-alih membicarakan bisnis, kamu dapat menanyakan seperti apa kehidupan mereka; apa saja kebutuhan dan kekhawatiran mereka; bagaimana produk atau layananmu dapat membantu mereka
  2. Banyak mendengar, sedikit bicara
  3. Tanyakan ‘mengapa’ agar kamu dapat menggali lebih dalam
  4. Rekam percakapan kalian sehingga kamu tidak perlu mencatat dan dapat lebih fokus

Pertanyaan dalam wawancara dirancang untuk mengenal target audiens dan kamu dapat menggunakan pertanyaan berikut

1. Siapakah kamu dan apa profesimu?

Pertanyaan ini dapat kamu kembangkan lagi sesuai dengan model bisnis. Misalnya, pemasaran business to business (B2B) biasanya lebih fokus pada profesi pengguna dibandingkan pemasaran business to consumer (B2C).

Pertanyaan ini cocok untuk ditanyakan di awal riset. Jadi, kamu dapat memahami informasi apa pun yang relevan tentang demografi pengguna, seperti usia, ras, jenis kelamin, profesi, pendidikan, dan lainnya.

2. Seperti apa hari-harimu?

Pertanyaan ini membantu kamu memahami kehidupan sehari-hari audiens dan tantangan yang mereka hadapi. Selain itu, ini akan membantumu untuk berempati terhadap mereka dan berkesempatan untuk menemukan sesuatu yang relevan dengan buying habit mereka.

Catatan: Jangan lupa untuk menanyakan ‘mengapa?’. Mengapa adalah kata ajaib yang akan membuat target audiens menyelami pengalaman mereka lebih dalam dan menyampaikan wawasan yang bermakna untukmu.

Selain itu, kamu juga dapat menanyakan pertanyaan ekstra, seperti ‘Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan kepada saya?’ Pertanyaan ini tidak hanya cocok untuk menutup riset, tapi juga memberi kesempatan bagi audiens untuk memberitahukan sesuatu yang mungkin perlu kamu ketahui.

Survei

Kamu dapat melakukan survei atau mengirimkan kuisioner secara online. Teknik ini akan membantumu dalam menyebarkan pertanyaan dan memeroleh umpan balik secara praktis dan cepat.

Membuat survei online adalah hal yang mudah karena sudah banyak penyedia jasa atau alat survei daring yang dapat kamu gunakan, baik secara gratis maupun berbayar.

Terdapat beberapa alat survei daring yang dapat kamu gunakan secara gratis, seperti Survey Monkey, Typeform, Google Forms, Zoho Survey, Survey Gizmo, dan Survey Planet.

Selain itu, kamu pun dapat memanfaatkan berbagai fitur media sosial untuk melakukan survei, seperti fitur polling yang ada di Facebook, Twitter, dan Instagram Story.

Observasi Online

Observasi online adalah strategi pengamatan melalui basis data di internet. Terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk observasi secara online, seperti mengecek pertanyaan populer di Google, meninjau konten kompetitor, dan meriset tren industri.

1. Mengecek topik paling populer di Google

Masuk ke halaman pencarian Google dan ketikkan topik yang ingin kamu tulis, misalnya ‘strategi konten’.

Riset Pasar

Contoh obeservasi topik populer di Google

 

Nah, selanjutnya kamu akan menemukan daftar topik atau pertanyaan yang sering dicari di Google, seperti gambar di atas. Manfaatkan data tersebut untuk mengembangkan strategi kontenmu, ya.

Selain Google, kamu juga dapat menggunakan layanan gratis dari AlsoAsked.com.

AlsoAsked

Tampilan halaman di AlsoAsked.com. Sumber foto: Also Asked.com

Cukup masukkan topik yang kamu inginkan dan AlsoAsked akan memaparkan semua pertanyaan yang diajukan orang-orang terkait istilah tersebut. Daftar pertanyaan ini dapat kamu simpan dengan mudah melalui tombol download.

AlsoAsked

Sumber foto: AlsoAsked.com

 

2. Meninjau konten kompetitor

Kita perlu melakukan analisis konten kompetitor untuk melihat bagaimana strategi konten yang mereka lakukan. Dengan begitu, kita dapat merancang strategi yang lebih baik dan lebih disukai audiens; atau menawarkan sesuatu yang tidak ada di konten kompetitor.

Pilih kompetitor yang sekiranya mempunyai target audiens yang sama denganmu. Setelah itu, pelajari jenis konten yang mereka gunakan dan temukan pola yang bekerja paling efektif untuk target audiens tersebut.

Nah, secara lebih spesifik, catatlah beberpa poin penting terkait :

  • Saluran (channel) yang digunakan kompetitor
  • Format dan jenis konten yang digunakan
  • Cara bercerita dan karakteristik visual
  • Strategi distribusi konten, seperti waktu dan frekuensi konten
  • Respon audiens, seperti tingkat engagement yang dapat kamu lihat melalui tool seperti Tanke, Phlanx, Triberr.

3. Riset tren industri

Riset industri adalah salah satu cara paling ampuh untuk mengidentifikasi topik yang diminati audiens. Selain menunjukkan keahlian brand-mu, menghasilkan topik yang relevan, juga akan membantu audiens dalam memecahkan masalah atau kebutuhan mereka.

Untuk melakukan riset tren, kamu dapat melakukan pencarian di Goole dengan istilah-istilah seperti berikut ini

  • Statistik + [topik kamu]
  • Penelitian + [topik kamu]
  • Laporan penelitian + [topik kamu]
  • Jurnal + [topik kamu]
  • Data + [topik kamu]

Nah, untuk memudahkan risetmu, kamu dapat mengaktifkan Google Alerts. Layanan ini akan mengirimkan hasil pencarian terbaru sesuai dengan kata kunci yang kamu masukkan.

3. Kumpulkan data dan informasi yang relevan

Dalam riset content marketing, sebagian besar data yang kamu kumpulkan akan bersifat kuantitatif (angka dan data) dan kualitatif (deskriptif dan observasional). Untuk mendapatkan hasil yang optimal, kamu perlu mengombinasikan kedua jenis data ini.

Misalnya, sebelumnya kamu telah melakukan survei untuk mengetahui insight audiens mengenai konten informatif yang kamu sampaikan di media sosial. Selain itu, kamu juga telah mewawancari beberapa audiens tentang ‘apakah jenis konten tersebut menarik bagi mereka’.

Artinya, di sini kamu telah mendapatkan dua jenis informasi – kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya, kamu dapat menggabungkan dan menyelaraskan kedua informasi tersebut agar lebih optimal.

4. Analisis data dan laporan temuan

Setelah mengumpulkan segala informasi yang dibutuhkan, ini saatnya kamu melakukan analisis data. Saat menganalisis data, jangan mencoba menemukan pola berdasarkan asumsi sesaat sebelum seluruh data benar-benar terkumpul.

Tulislah ringkasan riset dan semua proses yang telah kamu lewati sebelumnya, sertakan dengan hasil, kesimpulan dan langkah-langkah apa yang kamu rekomendasikan berdasarkan hasil tersebut.

Jika kamu sebenarnya tidak membutuhkan laporan tertulis tertentu, pastikan kamu tetap meninjau proses dan hasil di atas sehingga kamu tetap dapat menyimpulkan langkah apa yang selanjutnya direkomendasikan. Ingat, semua data dan hasil yang kamu lakukan tidak akan ada gunanya jika tidak dimanfaatkan untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui manfaat dan tahapan dalam melakukan riset content marketing. Kamu pun dapat mulai menyusun rencana risetmu untuk kemudian dikembangkan ke dalam strategi content marketing yang optimal.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan Katarsa melalui Whatsapp di sini dan lihat layanan kami di sini.