fbpx

Belakangan ini, microblog menjadi tren yang meluas di Instagram. Banyak bisnis dan marketer yang mulai menggunakan format microblogging sebagai salah satu strategi social media marketing. Jika kamu ingin memulai microblog juga, apa yang sebaiknya dilakukan sebagai pemula?

Sebenarnya, microblog ini bukanlah hal yang baru di media sosial. Twitter sudah lebih dulu menjadi platform yang umum untuk microblogging. Melalui fitur utas atau thread, banyak orang yang kemudian memberikan informasi pendek di Twitter.

Bedanya, kini microblog yang hadir pada Instagram sangat mengandalkan tampilan kreatif yang menarik, baik dengan desain grafis, foto ataupun video, lantaran platform yang satu ini memang dikenal lebih kuat untuk konten-konten visual.

Jadi, Apa itu Microblog?

Microblog adalah strategi menulis blog dalam versi yang singkat dan mempublikasikannya di jejaring media sosial. Dengan microblog, kamu dapat membuat konten informatif yang mudah dimengerti, hanya saja dengan kalimat-kalimat yang lebih padat.

Inilah perbedaan antara microblog dengan blog pada umumnya. Blog cenderung memuat teks yang panjang; microblog hanya memuat informasi yang pendek dan singkat. Microblog dapat dikreasikan ke dalam berbagai format konten, termasuk teks, gambar, video, dan audio.

Tren ini mulai berkembang pada akhir era Web 2.0, setelah media sosial dan blog tradisional berkolaborasi untuk menyediakan cara komunikasi yang lebih mudah dan cepat secara online, sekaligus memberikan informasi yang relevan dan shareable.

Tren microblog juga diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Contently di tahun 2019, di mana mereka melakukan survei kepada 1.000 audiens mengenai preferensi media dan pemasaran. Ternyata, sebanyak 75% audiens kini lebih menyukai untuk membaca artikel di bawah 1.000 kata.

Jadi, secara tidak langsung keberadaan microblog juga dapat membuat audiens selalu terpapar dengan konten artikel walaupun dalam versi ringkas, karena tidak semua audiens menyukai atau memiliki waktu untuk membaca artikel panjang pada blog di situs web-mu.

Bagaimana Cara Menulis Microblog untuk Pemula?

1. Mulai dari Bio Instagram

Bio merupakan fitur esensial yang memengaruhi first impression audiens saat pertama kali mengunjungi profilmu. Karena itu, setiap microblogger pemula harus menuliskan bio dengan sebalik mungkin dan jangan biarkan bio Instagram-mu kosong, ya.

Pada dasarnya, informasi bio itu harus singkat dan cermat. Kamu dapat memasukkan informasi singkat tentang siapa kamu, apa yang kamu sukai, dan apa yang kamu lakukan melalui microblog Instagram-mu.

Selain itu, tuliskan juga Call-to-Action yang berisikan link untuk mengarahkan audiens ke blog atau situs web-mu.

2. Gambar Berkualitas

Seperti yang kita tahu, Instagram merupakan jejaring media sosial yang kaya visual. Jadi, kamu harus mempublikasikan gambar berkualitas tinggi; tidak hanya dalam resolusinya, tapi juga yang relevan dengan pesan yang disampaikan.

Setelah mendapatkan foto atau grafis yang berkualitas, microblogger juga perlu menjaga konsistensi kualitas tersebut. Untuk itu, terapkanlah prinsip quality over quantity.

Jangan terburu-buru menciptakan banyak konten, namun pastikan setiap konten yang dihasilkan berkualitas. Optimalkan dulu kualitas satu konten, kemudian kamu dapat beralih ke konten lainnya.

3. Konten Microblog

Dalam praktik microblogging pada umumnya, konten microblog biasanya berasal dari artikel blog yang kamu unggah di situs web. Jadi, kamu tidak perlu menulis konten yang baru di Instagram.

Jadi, apa yang perlu kamu lakukan?

  • Tulis postingan blog yang panjang
  • Bagi blog menjadi beberapa bagian sebagai materi Instagram
  • Buat konten visual microblog dari setiap bagian tersebut membentuk multiple post (carousel post)
  • Ingat untuk tetap meringkas teks di tiap halaman atau slide, agar tetap estetik dan nyaman dibaca
  • Tambahkan Call-to-Action di akhir microblog yang mengarahkan ke blog
  • Publikasikan microblog pada Instagram. Gunakan caption yang tidak terlalu panjang dan to the point mengarahkan ke visual microblog-mu.

Namun, jika kamu tidak memiliki situs web dan ingin langsung mempublikasikan microblog, yang harus kamu lakukan antara lain:

  • Buatlah narasi singkat dalam beberapa poin. Sesuaikan dengan maksimal 10 multiple post yang ada di Instagram
  • Buat konten visual untuk masing-masing poin narasi
  • Walaupun kamu tidak memiliki blog atau situs web, kamu juga bisa menambahkan Call-to-Action di akhir microblog yang bisa mengajak orang untuk like, share, comment atau save postingan microblog-mu
  • Publikasikan microblog pada Instagram.
  • Gunakan caption yang tidak terlalu panjang dan to the point mengarahkan ke visual microblog-mu.

4. Gunakan Hashtag Secara Teratur

Hashtag atau tagar dapat membantu microblogger untuk meningkatkan jumlah jangkauan audiens, khususnya yang memiliki minat yang sama dengan konten atau industrimu. Di Instagram sendiri, kamu dapat menggunakan lebih dari 30 tagar untuk setiap postingan.

Namun, kamu juga tidak perlu memasukkan 30 tagar sekaligus; biasanya 11 – 15 tagar sudah sangat optimal untuk meningkatkan engagement.

Hindari menuliskan seluruh hashatag pada bagian caption ya, karena dapat merusak estetika konten. Sebaiknya, masukkan 3 -5 hashtag pada body caption, selebihnya tambahkan pada kolom komentar.

Nah, untuk mencari tagar yang tepat, tuliskanlah beberapa daftar kata yang menggambarkan konten dan minatmu. Setelah itu, lakukan riset pada kolom pencarian Instagram untuk menemukan tagar dengan jumlah postingan terbanyak.

Selain itu, kamu pun dapat membuat tagar sendiri yang sesuai dengan brand atau kontenmu untuk meningkatkan brand awareness di Instagram.

5. Berinteraksi dengan Orang Lain

Microblogger cenderung berusaha meningkatkan engagement dengan menuliskan komentar di postingan akun lain. Kamu pun perlu melakukannya; tinggalkanlah komentar pada akun microblogging lainnya yang masih berkaitan dengan brand atau minatmu.

Namun, komentar di sini tidak hanya sebatas komentar remeh dan tidak penting ya, seperti keren, wow, atau mantap. Sebaliknya, cobalah untuk meninggalkan komentar dan pertanyaan yang lebih mendalam agar kalian dapat benar-benar berinteraksi.

6. Jaga Konsistensi Postingan

Dalam segala jenis content marketing, konsistensi adalah kunci kesuksesan. Kamu tidak harus memposting 10 kali sehari atau 10 kali seminggu, tapi tentukan frekuensi dan intensitas postingan, kemudian jaga konsistensimu.

Bagi microblogger pemula, satu postingan setiap hari mungkin akan cukup sulit pada awalnya. Tapi, melalui konten blog yang panjang, kamu akan dapat menghasilkan 10 hingga 15 konten microblog hanya dari satu postingan blog itu.

7. Gunakan Growth Hacks Organik

Sebagai pemula microblog di Instagram, jangan terjebak dalam jumlah atau angka followers. Pasalnya, banyak pemula yang hanya berfokus pada berapa banyak followers yang mereka miliki.

Sebaliknya, kamu perlu menaruh perhatian kualitas interaksi antara kamu dengan followers. Jadi, biarkan follower berkembang secara organik melalui tagar, komentar pada postingan orang lain, dan interaksi yang kuat dengan audiensmu sendiri.

8. Buat Instagram Stories

Bualah konten Instagram Stories untuk mengamplifikasi postingan microblog terbarumu. Cara ini sangat bagus untuk menarik lebih banyak perhatian sekaligus menyediakan alternatif yang bisa dinikmati oleh para followers.

Selain dari postingan sendiri, kamu pun dapat membuat Instagram Stories dari orang-orang yang kamu ikuti di Instagram. Pilih dan bagikan postingan yang relevan, sehingga para followers mendapatkan lebih banyak manfaat dari Instagram Stories-mu.

9. Gunakan Akun Bisnis atau Kreator

Alihkan profil Instagrammu menjadi akun bisnis atau kreator sehingga kamu dapat memeroleh berbagai insight yang bermanfaat untuk perkembangan microblog. Kamu dapat melihat kinerja postinganmu; konten seperti apa yang paling efektif dan bekerja optimal untuk audiens-mu.

Nah, salah satu insight yang tersedia di akun bisnis adalah jumlah pengunjung akun atau profile visit setiap minggu. Sebagai microblogger pemula, fokuslah untuk meningkatkan jumlah profile visit ketimbang angka followers, ya.

10. Buat Rencana dan Eksekusi

Buat rencana, jadwalkan waktu, dan eksekusi. Ingat bahwa konsistensi adalah kunci; semakin giat kamu mengembangkan kontenmu, semakin hebat hasil yang akan kamu dapatkan. Pecaya diri untuk membuat konten yang bagus, jangan biarkan haters menghalangimu, dan jangan mudah menyerah.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui cara untuk memulai microblog di Instagram. Yuk, tentukan minat atau fokus, rencanakan konten, dan lakukanlah riset microblog di Instagram untuk memperluas referensimu. Jika tertarik, jangan ragu untuk memulai microblog pertamamu!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan Katarsa melalui Whatsapp di sini dan lihat layanan kami di sini.