fbpx

Di era digital seperti sekarang, semua orang dituntut untuk bisa memproduksi konten. Bukan hanya menjadi content creator, kita juga dituntut lihai untuk menulis alias menjadi seorang content writer!

Pilihan karier pada era teknologi dan internet ini semakin berkembang dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah popularitas content writer yang semakin banyak diminati dan dibutuhkan dalam industri bisnis.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari perkembangan content marketing yang turut menumbuhkan kebutuhan akan konten yang berkualitas bagi setiap bisnis dan brand.

Sayangnya, banyak yang tidak percaya diri lantaran menganggap dirinya tidak pandai menulis. Padahal untuk menulis, terutama menulis konten sangat bisa dilatih dan dipelajari, loh. 

Katarsa punya setidaknya 12 tips content writer yang perlu kamu ketahui dan pahami. Yuk, simak tips menjadi content writer yang andal berikut!

1. Pilih jenis tulisan

Ruang lingkup penulisan konten sangatlah luas. Ada berbagai jenis format konten yang dapat kamu fokuskan, misalnya menulis blog, menulis konten SEO, menulis situs web, copywriting, podcast, scriptwriting, video scriptwriting, penulisan akademik, dan lainnya.

Selain itu, content writer juga memiliki peluang untuk bekerja di industri apa pun yang disukai karena hampir seluruh industri kini menjalankan content marketing, misalnya blog fashion, olahraga, konten terkini atau jurnalisme, konten pemasaran, konten pendidikan, konten kreatif, dan lainnya.

Nah, kamu dapat memilih beberapa format konten yang sesuai dengan minat dan keahlianmu. Namun, masing-masing format ini biasanya akan memiliki tantangan tersendiri. Jadi, pertama cobalah untuk mempersempit fokus terlebih dahulu sesuai dengan minat atau passion-mu.

2. Munculkan ide yang menarik dan relevan

Cobalah untuk membuat konten yang stand out dengan beberapa tips berikut:

  • Gunakan alat kurasi konten untuk mengetahui apa yang sedang tren
  • Setelah menemukan topik, periksa konten lain yang sudah membahas topik tersebut. Kemudian, cari cara untuk menjadikan kontenmu unik dan berbeda dari konten yang sudah ada. Mungkin kamu dapat mencari sudut pandang baru, gunakan nada dan format konten yang berbeda, atau tambahkan informasi yang lebih update atau actionable.
  • Belajar untuk melakukan analisis konten menggunakan alat SEO dan temukan keyword serta long-tail keyword yang dapat kamu gunakan.
  • Gunakan headline generator untuk menemukan berbagai ide topik dalam waktu yang singkat.

Alat yang dapat kamu gunakan:

  • Alat kurasi konten : Flipboard, Feedly, Zest, Pocket
  • SEO : SEMRush, Ahrefs, Serpstat
  • Headline generator : Hubspot, Sumo, TheHoth

3. Riset, riset, dan riset

Penulis konten yang tidak melakukan riset, khususnya dalam era internet ini, akan dianggap pemalas. Pasalnya, ada begitu banyak data dan informasi yang tersedia di internet. Kamu dapat menggunakannya untuk menyusun konten lebih baik lagi.

Berikut tips yang dapat kamu lakukan untuk riset dalam penulisan konten:

  • Sebelum mulai, pahami konteks tulisanmu. Misalnya, mengapa kamu menulisnya, seperti apa nada dan format yang tepat untuk target audiens, dan seperti apa tingkat keahlian audiens
  • Selalu verifikasi kredibilitas informasi yang diberikan. Kamu dapat melihat domain authority melalui MozBar untuk mencari tau seberapa populer atau valid situs web tersebut, dan seperti apa komentar yang ada
  • Persempit fokus dengan menuliskan pertanyaan riset yang jelas dan ringkas
  • Gunakan berbagai alat online untuk menyimpan catatan. Lakukan screenshot serta kelola bookmark dan kutipan agar catatanmu rapih tersimpan
  • Pelajari Google Search hacks untuk mempercepat proses risetmu
  • Jika topik terlalu luas dan rumit, pilah ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil dan lakukan riset secara berurutan.
  • Simpan hasil risetmu melalui alat seperti Evernote, Toby, Raindrop.io, EasyBib, dan lain sebagainya.

4. Buat outline yang lebih baik

Outline yang konkret akan mempersingkat waktu yang kamu butuhkan untuk menulis, membantumu tetap konsisten dalam menyampaikan pesan, dan mencegah kebuntuan ide saat proses penulisan.

Berikut beberapa tips yang dapat kamu gunakan untuk menulis outline yang efektif:

  • Tulis judul dan pertanyaan atau gagasan utama yang ingin kamu jawab dan jelaskan
  • Catat target audiens dan tujuan akhir dari konten
  • Tuliskan alur penulisan, seperti poin utama, argumen, atau solusi
  • Rumuskan pernyataanmu dan uraikan dalam sub-poin yang lebih kecil
  • Telusuri setiap sub-poin. Cari tahu berapa banyak yang sudah kamu ketahui tentang sub-poin tersebut dan apa yang perlu kamu pelajari
  • Berdasarkan poin sebelumnya, bingkai pertanyaan riset dan mulai lakukan riset
  • Gunakan Workflowy untuk membuat outline. Alat ini akan membantumu mengelola riset dan pemikiran secara terpadu

5. Latihan menulis tanpa gangguan

Menulis dan mengedit adalah dua hal yang tidak boleh dilakukan bersama-sama. Tahan keinginan untuk mengedit tulisan sebelum kamu menyelesaikannya.

Berikut beberapa tips untuk berlatih menulis tanpa gangguan:

  • Mulailah menulis hal pertama pada pagi hari saat pikiran masih segar
  • Jangan mengedit format, kesalahan pengetikan, dan tata bahasa sebelum selesai menulis
  • Pastikan notepad ada di sekitarmu. Jika ada sesuatu yang mengganggumu, catat dan kerjakan nanti
  • Gunakan editor teks yang kompatibel untuk berbagai platform dengan interface yang bebas gangguan, penyimpanan cloud, dan dapat diedit secara offline
  • Gunakan teknik Pomodoro: menulis selama 45 menit dan istirahat selama 15 menit
  • Kalau kamu tidak bisa berhenti mengedit saat menulis, coba tutupi layar laptop dengan kain
  • Gunakan headphone untuk meredam kebisingan jika diperlukan
  • Biarkan ruang kerja dan komputermu berantakan alih-alih berusaha membereskannya saat sedang menulis
  • Senyapkan atau matikan semua notifikasi pada desktop dan seluler kamu untuk meminimalisasi gangguan

Kamu juga dapat menggunakan berbagai alat seperti:

  • Editor teks : Google Docs, Ms. Word, FocusWriter, Typora, The Most Dangerous Writing App
  • Bloker notifikasi : OFFTime, StayFocusd, AppBlock
  • Peredam suara : Noisli, Coffitivity

6. Edit dengan cermat

Untuk menjadi penulis konten yang handal, kamu harus menjadi editor yang kejam. Pasalnya, draft yang berantakan dapat berakibat pada reputasi kinerja yang buruk, hingga mengurangi peluang untuk mempertahankan klien.

Penulis konten yang sukses biasanya menghabiskan 75 persen waktunya untuk mengedit, mengoreksi, dan memproses. Jadi, pastikan kamu benar-benar mengoreksi tulisanmu sebelum mengirimkannya.

Kamu dapat mengembangkan keterampilan mengedit dengan :

  • Baca dokumen dengan keras. Ini adalah cara terbaik untuk menemukan kesalahan, misalnya pilihan kata dan kalimat yang kurang tepat
  • Gunakan alat online yang dapat mendeteksi kesalahan pengejaan dan tata bahasa
  • Edit kata-kata yang membuatmu terdengar tidak yakin atau tidak percaya diri
  • Buat checklist untuk proses editing, sehingga kamu tidak harus melakukan semuanya dalam waktu yang sama. Misalnya, kamu dapat mulai dengan meringkas kalimat yang panjang, kemudian kesalahan ejaan dan kata.

Alat yang dapat kamu gunakan:

  • Editing : Grammarly, HemingwayApp, ClicheFinder
  • Alat lainnya : PowerThesaurus, Plagiarism Software, Unsuck-it
  • Analisis Judul : CoSchedule, Sharethrough

7. Publikasikan Postingan

Pastikan setiap postingan yang kamu unggah dapat diakses oleh publik. Publikasi tidak hanya membantumu meningkatkan tulisan dan rasa percaya diri, tapi juga membangun portofolio yang konkret dan meningkatkan visibilitas.

Beberapa tips yang perlu diingat saat mempublikasikan konten:

  • Evaluasi berbagai platform blog gratis yang tersedia. Lalu, pilih satu platform yang user-friendly dan relevan dengan target audiensmu
  • Pastikan kamu mengoptimalkan judul postingan, URL slug, dan meta description pada setiap postingan
  • Bagikan pos di jejaring media sosial; misal LinkedIn, Facebook, Twitter, dan Instagram.
  • Tambahkan link artikel ke portofolio online dan profil LinkedIn kamu
  • Saat kamu memulai, jangan pernah membandingkan tulisanmu dengan tulisan orang lain. Sebaliknya, fokuslah untuk meningkatkan setiap konten yang kamu tulis

Tool yang dpaat kamu gunakan:

  • Self-publishing platform : MediumWattpad
  • Manajemen media sosial : Buffer, Later, SMHack
  • Stok gambar : Unsplash, Freepik, Pixabay

8. Tingkatkan citra diri

Sebelum memutuskan menekuni content writer sebagai profesi, sebaiknya kamu telah menghasilkan beberapa konten terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu dapat menunjukkan – kepada klien potensial atau perekrut – bahwa kamu benar-benar dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Berikut adalah 6 langkah untuk meningkatkan citramu sebagai content writer:

  • Buat portofolio untuk meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas dari klien potensial atau perekrut
  • Optimalkan profil profesional. Orang-orang cenderung memeriksa profilmu pada berbagai jejaring sosial. Jadi, milikilah profil yang profesional, termasuk pengalaman, detail kontak, link konten yang pernah dibuat, rekomendasi, dan lainnya.
  • Miliki pengalaman kerja melalui bisnis lokal dan LSM. Cari tahu apakah mereka membutuhkan konten digital. Kemudian, kamu bisa bekerja secara sukarela, tetapi mintalah referensi dan testimoni sebagai imbalan.
  • Kontribusi untuk guest post. Ada berbagai situs yang rutin menerima konten dari para pengunjung. Nah, di sini kamu dapat menulis konten untuk dipublikasikan di situs mereka, sehingga meningkatkan kredibilitas dan visibilitasmu.

9. Berempati pada diri sendiri

Sebagai content writer, kamu akan sering menghadapi deadline dan revisi sesuai keinginan klien. Di luar itu, kamu pun akan memiliki standar tersendiri dalam menulis konten. Nah, hal-hal ini dapat membuatmu merasa tertekan.

Sebenarnya tekanan itu bagus karena membuatmu tetap fokus. Tetapi, jika terlalu banyak tekanan, kreativitas dan produktivitasmu pun akan terganggu. Kamu jadi terlalu banyak berpikir dan terlalu sering menganalisis.

Akhirnya, tanpa disadari, kamu pun jadi kurang berempati dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri. Inilah yang akan berakibat buruk pada efektivitas kerjamu.

Jadi, bersikaplah tenang, empati pada diri sendiri. Ingat, menulis konten adalah tugas kreatif, bukan tugas mekanis.

10. Dapatkan masukan dari ahli

Kamu dapat menunjukkan draft akhirmu kepada komunitas content writer yang ada di sekelilingmu. Selain itu, manfaatkan juga jejaring media sosial untuk berinteraksi dengan penulis konten yang berpengalaman.

11. Perbanyak membaca

Penulis konten yang hebat adalah orang yang suka membaca. Semakin banyak yang kamu baca, semakin besar peluangmu untuk terpapar dengan tulisan-tulisan berkualitas tinggi.

Dengan banyak membaca, kamu secara tidak sadar menginternalisasi berbagai elemen teks yang ada, dan perlahan-lahan menerapkannya dalam tulisanmu.

Hal yang jauh lebih penting adalah, membaca akan membantumu mempelajari dan memahami sudut pandang yang berbeda terkait suatu topik, bagaimana membingkai cerita, bagaimana mempertahankan alur cerita, bagaimana mengembangkan ide-ide baru, dan lainnya.

12. Lengkapi skill pendukung

Terdapat beberapa kemampuan yang berkaitan erat dengan konten, seperti pengeditan gambar, SEO, dan content marketing. Jika kamu melengkapi dirimu dengan kemampuan tersebut, kamu dapat menangani konten end-to-end, bukan bagian penulisan saja.

Jadi, apa saja yang perlu kamu pelajari:

  • SEO : Pelajari tentang pengoptimalan kata kunci, gambar, dan link internal.
  • Content marketingmedia sosial : Pelajari lebih lanjut tentang distribusi konten pada situs web, copywriting sosial, dan tren konten di media sosial.
  • Desain : Kuasai alat seperti Canva, Adobe Photoshop, Adobe Premiere Pro, dan lainnya

 

Nah, itu dia 12 tips content writer yang perlu kamu ketahui dan kuasai untuk menjadi penulis yang handal. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai tulisan pertamamu!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan Katarsa melalui Whatsapp di sini dan lihat layanan kami di sini.