Seiring perkembangan digital marketing dan tingkat persaingan bisnis yang tinggi, para pebisnis pun selalu melakukan berbagai cara agar usahanya bisa terus berkembang dan mendapatkan keuntungan. Hal tersebut pada akhirnya berdampak kepada inovasi di berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, Google, TikTok, dan lain-lain. Namun, saat ini peran influencer juga semakin banyak digunakan untuk meningkatkan profit.

Mengapa Influencer Itu Penting?

Menurut laman Influencer Marketing Hub, influencer adalah seseorang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan pembelian orang lain karena otoritas, pengetahuan, posisi, atau hubungannya dengan audiensnya.

Di Indonesia sendiri, keberadaan influencer dipercaya dapat meningkatkan profit bisnis. Bahkan beberapa perusahaan besar sudah melakukan perencanaan bulanan untuk bekerja sama dengan influencer.

Namun, memilih influencer tidak bisa dilakukan secara asal-asalan karena setiap influencer mempunyai segmentasi terhadap bisnis-bisnis tertentu. Hal yang harus diperhatikan dalam memilih influencer adalah sebagai berikut:

1. Relevansi dengan Bisnis

Pada dasarnya, tidak semua influencer dapat digunakan untuk mengiklankan semua bidang bisnis. Misalnya, jika kamu mempunyai bisnis di bidang properti, carilah influencer yang sudah sering mempromosikan tentang bisnis properti. Setelah itu, kamu juga harus melihat keberhasilannya dalam membantu penjualan.

Kamu juga bisa melihat tipe dan karakteristik influencer sebagai berikut:

Tipe Influencer

Jumlah Followers

Karakteristik

Nano

1K-10K

Sangat dekat dengan followers dan belum terlalu dikenal oleh publik

Micro

10K-50K

Mempunyai followers pada bidang tertentu saja

Mid Tier

50K-500K

Mempunyai followers yang sudah dipercaya dan masih mempunyai jangkauan yang luas

Macro

500K-1M

Mempunyai followers yang signifikan dan sudah tertarik terhadap sosok influencer-nya

Mega

1M+

Mempunyai followers yang lebih beragam dan sudah mematok harga yang tinggi

 

Tipe dan karakteristik influencer di atas bisa kamu gunakan untuk memilih influencer yang kamu inginkan. Kamu harus memperhatikan jumlah followersnya; apakah masuk kategori Nano, Micro, Mid Tier, Macro, atau Mega dan karakteristik influencer tersebut harus kamu sesuaikan dengan bisnis kamu. Setelah itu, kamu bisa menargetkan berapa audiens yang akan membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan melalui postingan influencer di media sosialnya. Misalnya dari 10 ribu followers, kamu harus mendapatkan 5 ribu orang yang nantinya akan membeli produk atau jasa dari bisnis kamu.

Baca Juga: Influencer Marketing: Tips & Trick untuk Brand Anda!

2. Perhatikan Followers

Hal yang kedua adalah memperhatikan followers dari influencer tersebut. Kamu harus benar-benar memperhatikan jumlah dan beberapa akun dari followersnya. Selain itu, keaslian akun dari followers bisa kamu analisis melalui beberapa website berikut:

2.1. Fakecheck.co

Merupakan website untuk memeriksa jumlah akun palsu yang menjadi followers di akun Instagram. Untuk menggunakan website ini, kamu bisa langsung mengunjungi Fakecheck.co dan masukkan akun Instagram yang ingin kamu periksa.

2.2. Auditsocial.io

Di Auditsocial.io, kamu juga bisa memeriksa keaslian followers Instagram. Namun, di website ini kamu diwajibkan untuk membuat akun agar bisa melihat jumlah followers asli dan palsu. Selain itu, kamu bisa melakukan pemeriksaan lainnya misalnya sebagai berikut:

2.2.1. Analyze your followers

Setelah memeriksa validitas followers, kamu juga bisa menganalisis performa followers-nya untuk mengetahui apakah influencer tersebut layak untuk mempromosikan bisnis atau tidak.

2.2.2. Check your competition

Kamu juga  bisa memeriksa akun kompetitor atau influencer lainnya. Hal ini  akan membantu kamu untuk membandingkan jumlah followers palsu yang ada di akun influencer rekomendasimu.

2.3. Pathsocial

Pathsocial menyediakan Instagram Audit yang merupakan fitur khusus untuk mengetahui keabsahan akun, jumlah komentar, dan jumlah like yang ada di Instagram.

Baca Juga: Key Opinion Leaders: Pentingkah untuk Bisnis?

3. Perhatikan Cara Menyampaikan Pesan

Kamu juga harus memperhatikan cara penyampaian pesannya. Misalnya, apakah influencer tersebut mempunyai gaya komunikasi yang unik dalam mempengaruhi followers-nya.

Cara penyampaian pesan pun harus disesuaikan dengan tujuan bisnis agar dapat selaras dengan persona audiens. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Demografi Nama, umur, jenis kelamin, tempat tinggal
Status pekerjaan Pekerjaan, jabatan, penghasilan
Perilaku pembelian Media yang sering digunakan untuk membeli produk/jasa, pembayaran yang sering digunakan (cash, debit, dan lain-lain)
Bagaimana bisnis kamu membantu mereka Memberikan promo, memberikan informasi secara terus-menerus, atau melakukan hard selling

Persona audiens di atas dapat kamu sesuaikan dengan influencer yang nantinya akan kamu gunakan untuk kepentingan promosi. Data di atas harus kamu jadikan dasar untuk menyusun kerangka pesan kepada influencer agar mendapatkan pelanggan baru yang mempunyai persona audiens yang sama dengan bisnis kamu.

4. Perhatikan Engagement

Engagement merupakan tingkat interaksi antara audiens dan akun media sosial yang diukur berdasarkan beberapa metrik, seperti komentar, suka, share, dan lainnya. Saat memilih influencer, cobalah untuk memperhatikan engagement yang ada di media sosialnya.

Biasanya cara menghitung engagement bisa kamu lakukan sebagai berikut:

Engagement Rate Reach (ERR) Total engagement : total reach x 100
Engagement Post (ER Post) Jumlah engagement dalam satu post : jumlah total followers x 100
Engagement Impression (ER Impression) Jumlah engagement dalam satu post : jumlah impression x 100
Engagement Daily (ER Daily) Jumlah engagement dalam satu hari : jumlah followers x 100
Engagement View (ER View) Jumlah engagement dalam post video : jumlah views video x 100
Factored Engagement Rate Jumlah comment x 2 +engagement lainnya x 100

(Sumber: Glints.com)

Perhitungan di atas bisa kamu aplikasikan dalam memilih influencer, karena dengan adanya data engagement dari influencer kamu akan mendapatkan gambaran mengenai promosi bisnis kamu.

Baca Juga: 5 Tools Analitik untuk Mengukur Performa dan Statistik Instagram Bisnismu

5. Perhatikan Kualitas Konten

Hal terakhir yang harus kamu perhatikan adalah kualitas konten. Influencer yang sudah profesional biasanya mempunyai konten berkualitas di media sosialnya, sehingga kontennya terus menarik untuk dilihat audiens. Ketika kamu sudah menilai bahwa kualitas kontennya baik, maka cobalah bekerja sama dengan influencer.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar content marketing, atau keseluruhan strategi penerapan digital marketing? Silakan chat langsung dengan kami melalui Whatsapp di sini dan juga lihat layanan kami di sini.

TELEPON SEKARANG WHATSAPP SEKARANG

Exit mobile version