fbpx

Fitur Polling pada Instagram Stories akan mengantarkan interaksi atraktif antara Anda dengan followers sehingga terbangun engagement yang lebih baik antara akun bisnis Anda dengan pelanggan yang mengikuti Anda.

Anda sudah tahu efektivitas dari pemasaran di Instagram untuk melesatkan bisnis Anda, lebih jauh lagi Anda bisa lebih bereksplorasi dan mengulik fitur-fitur menarik yang ada di dalam Instagram untuk mendukung pengembangan bisnis. Sebagai salah satu platform media sosial paling populer di dunia saat ini, inovasi fitur baru terus dimunculkan Instagram.

Hingga tahun 2019 ini, beberapa fitur Instagram seperti Instagram Stories, Instagram TV (IGTV), dan Instagram Live, semakin banyak digunakan. Kali ini Katarsa.id mengulas fitur Instagram Stories yang jika benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku bisnis di Instagram, akan mendapatkan hasil pemasaran optimal.

Sejak diluncurkan tahun 2016 lalu, Instagram Stories seakan menjadi primadona bagi para pebisnis dan kreator, lantaran fitur ini dapat menjadi alat pemasaran yang menarik dan efektif. Setiap harinya ada sekitar 400 juta Instagram Stories berseliweran, dan Indonesia disebut menjadi negara dengan jumlah kreator Instagram Stories terbanyak di dunia!

Secara global, 52 persen pengguna Instagram mengaku lebih tertarik terhadap sebuah brand atau bisnis, setelah melihat konten di Stories-nya. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam hal ini bisa membuat konten berformat vertikal semenarik mungkin dan memanfaatkan data yang telah dianalisis melalui opsi menu Insight.

Ada jutaan Instagram Stories penuh dengan kreativitas di-posting setiap hari, lalu bagaimana caranya agar Instagram Stories milik kita bisa mendapat perhatian? Sekarang saatnya memaksimalkan fitur-fitur yang ada pada Instagram Stories untuk membangun percakapan dengan pelanggan, salah satunya adalah melalui fitur Poll Stickers atau Polling. Berikut 4 tip dari Katarsa.id untuk memaksimalkan fitur Polling ini.

1. Membuat kuis

Setelah klik tombol ‘Poll’ atau fitur Polling di Instagram Stories, akan muncul kalimat ‘Ask a question’. Ya, di situ Anda bisa coba munculkan pertanyaan, yang sederhana pun tak mengapa, yang penting relevan dengan strategi pemasaran dan juga dengan produk atau servis yang Anda miliki. Misalnya Anda memiliki bisnis kedai kopi, maka Anda bisa menanyakan hal-hal sederhana, seperti “Lebih suka variasi menu kopi dingin atau panas?” untuk memancing interaksi. Buat beberapa serial Stories dengan pertanyaan-pertanyaan, kemudian agar lebih menarik bumbui dengan kuis berhadiah (giveaway) di ujungnya, misalnya dengan membagikan hadiah diskon atas produk atau servis Anda kepada calon pelanggan.

fitur-polling-instagram

2. Melakukan riset kepada konsumen

Bagaimana caranya Anda tahu hal apa saja yang disukai, diinginkan, dan dibutuhkan oleh para konsumen? Tentunya mengira-ngira bukanlah sesuatu yang tepat karena bisa jadi apa yang Anda perkirakan tidak sesuai dengan realitanya.

Salah satu cara yang mudah untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen adalah dengan melakukan riset kepada konsumen yang bisa Anda lakukan melalui polling! Selain untuk membangun kedekatan, polling juga bisa menjadi salah satu strategi untuk mengetahui kebiasaan para pelanggan.

fitur-polling-instagram

Sumber: instagram.com/dva.label

Seperti yang dilakukan oleh akun @dva.label yang menjual aksesori perempuan. Akun ini melakukan sebuah polling untuk mengetahui apakah para konsumen atau followers masih menginginkan salah satu produk mereka untuk di re-stock atau tidak? Jawaban berdasarkan polling tersebut adalah 86% menginginkan produk tersebut untuk re-stock. Hasil polling tersebut bisa menjadi acuan, sehingga Anda memiliki evaluasi untuk langkah produksi dan pemasaran selanjutnya.

3. Menampilkan katalog produk

Terkadang followers Anda lebih tertarik dengan tampilan produk, daripada dengan informasi kelebihan-kelebihan yang produk Anda miliki. Maka dari itu, menampilkan produk Anda melalui fitur polling adalah hal yang juga efektif untuk dilakukan.

fitur-polling-instagram

Sumber: instagram.com/sana.kopi

Akun @sana.kopi misalnya, melakukan sebuah polling tentang apakah para konsumen atau followers tertarik untuk mencoba kopi hitam? Tetapi dalam polling tersebut ditampilkan tambahan produk yang bisa dicampurkan dengan kopi hitam atau kopi susu. Sehingga para konsumen dan followers bisa mengetahui bahwa kopi susu dan kopi hitam yang tersedia di kedai kopi tersebut. dapat dicampur dengan jahe, kayu manis, dan kelapa seperti apa yang ditampilkan pada gambar.

4. Menuntun followers ke tautan

Lewat Instagram Stories, kita dapat menambahkan link atau tautan untuk menuju ke situs yang kita punya, seperti website, kontak WhatsApp, atau ke ­e-commerce tempat Anda menjual produk. Tapi, bagaimana caranya agar followers atau konsumen Anda lebih tertarik untuk mengunjungi tautan tersebut?

Anda bisa mengajak followers Anda untuk bermain tebak-tebakan atau menanyakan pendapat yang berkaitan dengan produk atau servis yang Anda miliki melalui fitur polling. Sehingga di akhir, kita menuntun followers untuk mengetahui penjelasan tentang produk atau servis Anda yang sebenarnya melalui tautan yang telah Anda siapkan, dengan Call-To-Action (CTA) seperti ‘See More’ atau ‘Swipe Up’.

 

Pada intinya, Instagram Stories memiliki banyak fitur berguna yang bisa kita maksimalkan. Mari terus pelajari, ikuti tren yang ada dan gunakan kreativitas Anda, sehingga Anda dapat lebih mudah mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen, apa saja feedback dari mereka, yang tentunya akan membantu strategi pemasaran Anda lebih baik di masa mendatang.

Artikel ini bagian dari serial #EnakJualanOnline untuk kalangan UMKM.